Rabu, 22 Februari 2012

KELOMPOK ILMIAH REMAJA ( KIR ) SMA N 1 PUTUSSIBAU


KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR) SMA N 1 PUTUSSIBAU
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG

           Kemajuan pendidikan tidak terlepas dari perkembangan  ilmu pengetahuan dan tehnologi. Yang menjadi dilema sekarang ini siswa kurang tertarik mengembangkan ilmu pengetahuan, maka sekolah selain bidang studi IPA juga menyediakan wadah dalam mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya dalam memberi dasar sikap ilmiah yaitu : jujur, optimis, terbuka, percaya diri, toleransi, kreatif, kritis, dan skeptisa. Wadah tersebut kegiatan ekstra kurikuler sekolah dalam Kelompok  Ilmiah Remaja (KIR).
           Hal ini sesuai dengan tujuan Pendidikan Nasional,yaiti;  Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetehuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani & rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.”
           Kelompok Ilmiah Remaja (disingkat KIR) adalah kelompok remaja yang melakukan serangkaian kegiatan yang menghasilkan karya ilmiah. KIR merupakan kegiatan ekstrakurikuler di SMP, SMA, SMK, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, maupun pondok pesantren. Ektrakurikuler ini merupakan organisasi yang sifatnya terbuka bagi para remaja yang ingin mengembangkan kreativitas, ilmu pengetahuan, dan teknologi pada masa kini maupun masa yang akan datang.

B.     SEJARAH PERKEMBANGAN KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR)

            Youth Science Club (disingkat YSC) awalnya dibentuk bagi remaja yang berusia 12-18 tahun oleh UNESCO pada tahun 1963, tetapi pada tahun 1970 batasan usia tersebut diubah menjadi 12-21 tahun. Di Indonesia, Youth Science Club dikenal dengan nama Kelompok Ilmiah Remaja yang terbentuk atas inisiatif remaja Indonesia itu sendiri. Pembentukannya diawali pada tahun 1969 saat koran Harian Berita Yudha membentuk Remaja Yudha Club (RYC). Selanjutnya, setelah difasilitasi oleh LIPI dan mengalami perkembangan, maka Remaja Yudha Club berubah menjadi Kelompok Ilmiah Remaja. Istilah ini masih digunakan hingga saat ini, dan masih aktif dilaksanakan di berbagai sekolah di seluruh Indonesia.

C.     TUJUAN

            Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan sikap ilmiah, kejujuran dalam gejala alam yang ditemui dalam dengan kepekaan yang tinggi berdasarkan metode yang sistematis, objektif, rasional, dan berprosedur. Sehingga kegiatan tersebut dapat memberikan kompetensi pengembangan diri dalam kehidupan.

D.    MANFAAT

            Kelompok Ilmiah Remaja yang dikembangkan di sekolah mempunyai beberapa manfaat bagi siswa, guru, dan sekolah. Manfaat tersebut antara lain adalah sebagai berikut:

a.       Manfaat bagi siswa
  • Membangkitkan rasa keingintahuan terhadap fenomena alam yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Meningkatkan kemampuan berpikir terhadap fenomena-fenomena alam.
  • Meningkatkan kreativitas yang menumbuhkan kemampuan berkreasi dan daya kritis.
  • Menambah wawasan mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Meningkatkan keterampilan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Meningkatkan minat membaca tentang hal-hal yang berkaitan dengan pengetahuan dan teknologi.
  • Memperluas wawasan dan kemampuan komunikasi melalui pengalaman diskusi, debat, dan presentasi ilmiah.
  • Memperkenalkan cara-cara berorganisasi secara formal.
  • Sebagai wahana untuk menempa kedewasaan sikap dan kepribadian.
  • Mengenal sifat-sifat ilmiah, jujur, optimis, terbuka, percaya diri, toleransi, kreatif, kritis, dan skeptis.
  • Sebagai ajang uji coba prestasi dan prestise.
  • Membuka kesempatan untuk mendapat prioritas melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan berkualitas.
b.      Manfaat bagi guru
  • Menambah wawasan ilmu pengetahuan secara luas.
  • Menambah pengetahuan dalam menunjang kegiatan belajar-mengajar di sekolah.
  • Meningkatkan minat membaca dan rasa keingintahuan tentang ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Mengenal perkembangan sikap dan kepribadian siswa lebih mendalam.
  • Meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup.
c.       Manfaat bagi sekolah.
·         Memberikan nilai tambah dan keunggulan kompetitif bagi sekolah.
·         Meningkatkan keterampilan dalam pengelolaan dan pengembangan sekolah.
·         Memeperluas hubungan kerjasama dengan instansi lainnya.
·         Meningkatkan situasi dan kondisi sekolah yang kondusif dalam belajar.
·         Menambah fungsi sekolah sebagai tempat pengembangan riset atau penelitian.
d.      Manfaat bagi masyrakat

·         Meningkatkan sikap berdaya kritis dan terbuka terhadap permasalahan yang terjadi di lingkungannnya
·         Membantu memberikan alternatif penyelesaian beberapa persoalan sosial budaya, seperti kenakalan remaja, dekadensi moral, dan lain-lain melalui kegiatan penelitian
·          Membangun dan meningkatkan kesadaran bahwa kemajuan bangsa dapat dicapai melalui penguasaanb ilmu pengetahuan dan teknologi
·         Meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan

E.     . SASARAN

             Sasaran kegiatan ini adalah siswa, guru IPA dan sekolah SMA Negeri 1 Putussibau


F.      MEMBENTUK KIR DISEKOLAH.

            Ada beberapa hal yang harus dijadikan bahan pertimbangan dalam membentuk Kelompok Ilmiah Remaja (K I R) di Sekolah, diantaranya adalah waktu kegiatan K I R. Karena Kelompok Ilmiah Remaja (K I R) merupakan kegiatan di luar jam pelajaran sekolah maka, kita harus cerdik dalam menentukan waktu kegiatan, baik untuk kegiatan yang memerlukan waktu yang panjang maupun waktu yang pendek.
           Setelah itu baru membentuk kelengkapan organisasi seperti kepengurusan, program kerja, pembimbing maupun penerimaananggota, yang harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di sekolah masing-masing.



G.    MACAM KEGIATAN KIR:

            Kegiatan ilmu pengetahuan dan teknologi K I R pada prinsipnya harus tidak mengganggu kegiatan akademik, dan diharapkan menuju pada profesionalisme. Berbagai kegiatan yang dilakukan oleh K I R agar lebih bervariasi terbentuk dalam dua skala, yaitu skala besar dan skala kecil. Adapun skala besar adalah seperti, pertemuan ilmiah, penataran dan pelatihan serta perkemahan dan wisata ilmiah. Sedangkan untuk skala kecil seperti, aktivitas keadminstrasian, aktivitas penerangan, pelaksanaan penelitian, presentasi karya dan aplikasi karya.

H.    PENDANAAN KARYA ILMIAH REMAJA (KIR) DI SEKOLAH

           Masalah pendanaan yang kerap kali dijadikan perhatian khusus, dapat digali dengan kerja sama bersama sponsorship, dan dapat juga dianggarkan dalam Rencana Anggaran BelanjaSekolah (RABS), dari alumni/ alumna maupun persatuan orang tua siswa serta swadaya anggota melalui iuran anggota. Jadi, apabila ada komitmen yang kuat untuk menciptakan iklim ilmiah melalui kelompok ilmiah remaja, dapat dibangun kerangka yang cukup kuat secara perlahan dan pasti untuk mengatasi masalah pendanaan.

I.       GURU PEMBIMBING

             Sebaiknya dipisahkan dari pembina yang lainnya, diberi tugas oleh kepala sekolah berdasarkan kapasitas bidang dan kemampuan guru yang bersangkutan. Untuk itu, dipisahkan bidang  MIPA, Sosial dan Teknologi

J.       SARANA PRASARANA

·         Ruang Sekretariat
·         Perpustakaan Sekolah
·         Laboratorium Sekolah


BAB  II
RENCANA  PROGRAM  DAN  KEGIATAN


            Pada tahap awal, Siswa  akan ditatar  tentang Karya Ilmiah Remaja: menyangkut sejarah, manfaat  ilmiah remaja,  jenis karya ilmiah dan cara penulisan karya ilmiah remaja. Hal ini akan disampaikan oleh guru pembimbing sekolah SMA N 1 Putussibau dan bisa bekerja sama dengan instansi terkait.

Kegiatan Karya Ilmiah Remaja yang lainnya :
- Mengikuti Ceramah Ilmiah
- Melakukan Diskusi Antar-KIR
- Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Remaja
- Melakukan Studi Pustaka
- Melakukan Perkemahan Ilmiah Remaja (PIR): lokal, regional, dan nasional
- Lomba Karya Tulis Ilmiah Remaja (LKIR): sekolah, lokal, nasional, internasional
- Widya Wisata Bahari
- Pelatihan Karya Tulis Ilmiah           
PROGRAM  KEGIATAN KARYA ILMIAH REMAJA

No

Tahapan

Jenis Kegiatan
Bulan ke
1
2
3
4
5

1

Persiapan
1.1 Pembentukan  Pengurus KIR
X




1.2 Pengukuhan Pengurus KIR
X




1.3 pesan dari Pembina KIR
      SMA Negeri 1 Putussibau
X






2

Pelaksanaan Program
2.1 sejarah KIR dan Manfaatnya

X



2.2 Jenis jenis Karya ilmiah 

X



2.3 Penulisan Karya ilmiah

X



2.4 Diskusi Karya ilmiah remaja

X



2.5 Pembimbingan dan  penulisan
       karya ilmiah


X


2.6 Pembimbingan dan  penulisan
       karya ilmiah


X



3

Pelaporan & Pemantauan
3.1 Penyusunan KIR


X


3.2 Pemaparan karya tulis ilmiah



X


Catatan:
Rencana anggaran terlampir.


BAB III
PENUTUP

          Berdasarkan uraian dalam rencana program dan kegiatan dapat diikhtisarkan bahwa program yang diusulkan dalam proposal ini meliputi:
          Pembentukan pengurus KIR , Penjelasan sejarah KIR, Manfaat KIR, dan latihan Penulisan KIR. Diharapkan pada hasil akhir nanti siswa memahami proses karya penulisan karya ilmiah dan mampu membuat karya ilmiah. Sehingga pada akhirnya siswa dan guru serta pembimbing mahir dalam penulisan karya ilmiah.





                                                                          Putussibau, 13  juli 2011
Mengetahui                                                       Koordinator Laboratorium
Kepala Sekolah SMAN 1 Putussibau               SMA N 1 Putussinbau




M. Djusanudin. S.Pd. M.Si                              Eko Rustanto Hadi. S.Pd
Nip. 197101011994021003                             Nip. 197112081998021001

Tidak ada komentar:

Posting Komentar